Call of Duty : Infinite Warfare Menginginkan Seperti Moderen Warfare

Call of Duty : Infinite Warfare Menginginkan Seperti Moderen Warfare

game-call-of-dutyGamer tentu tak asing lagi dengan yang namanya Call of Duty (COD) : Moderen Warfare. Mungkin saja ini yaitu sekuel game perang paling berhasil selama hidup. COD : Infinite Warfare juga menginginkan ikuti jejak itu.

Jadi Infinity Ward sebagai pengembangnya miliki gagasan untuk bikin COD : Infinite Warfare miliki sebagian sekuel. Maksudnya yaitu utuk mengulang keberhasilan COD : Moderen Warfare yang mempunyai tiga sekuel.

Infinity Ward memercayakan pengembangan COD : Infinite Warfare satu diantaranya pada Taylor Kurasaki yang menjabat Director Narrative. Kurasaki sendiri terlebih dulu bekerja di Naughty Dog serta turut andil dalam pengembangan game fenomenal The Last of Us.

” Kami menginginkan (COD : Infinite Warfare) jadi judul yang betul-betul baru. Silsilah baru dari garis Call of Duty. Kami berupaya meningkatkan dunia permainan yang begitu baru, yang jauh dari kata menjemukan, ” tutur Kurasaki pada Polygon, seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Sabtu (20/8/2016).

Selanjutnya, Kurasaki juga mengutamakan bila dunia permainan yang diusung COD : Infinite Ward nantinya mengambil seting di hari esok.

Belajar dari seri game Call of Duty yang umum memakai seting perang dunia II, lalu mendadak beralih moderen saat COD : Moderen Warfare ada serta sukses memetik keberhasilan, Kurasaki optimis bila COD : Infinite Warfare bakal dapat cetak hal yang sama.

” Saya meyakini kalau tim Infinity Ward rasakan beban yang sama saat mereka pergi dari Perang Dunia II (di seri COD) untuk perang moderen (di COD : Moderen Warfare). Ini semua dunia dengan senjata, kendaraan, ArtificiaI Intellegence, serta hal yang lain yang sekalipun. Kami lakukan beberapa hal yang sama persis disini (COD : Infinite Warfare). Ini seperti lakukan pergantian sebesar laut, ” paparnya.

Apa pun itu pembuktiannya bakal dapat diliat pada 4 November yang akan datang. Karenanya yaitu saat saat COD : infinite Warfare launching ke umum. Apakah betul-betul dapat menyodorkan keseruan tidak tergantikan bak COD : Moderen Warfare? Kita tunjukkan saja.

Mengenai, Final Fantasy XV Molor Dikarenakan Edisi Ultimate

Direncanakan akhir September, peluncuran Final Fantasy XV molor sampai November. Terakhir mengedar berita bila argumennya dikarenakan edisi Ultimate Collector.

Seperti dikabarkan sebelumya, game Final Fantasy XV ada dalam tiga edisi penjualan, yaitu standard, deluxe serta yang paling mahal yaitu ultimate. Yang paling menarik terang yaitu edisi Ultimate Collector, sebab terkecuali memperoleh beragam penambahan yang di bisa di edisi deluxe, gamer juga dihadiahi action profile ciri-ciri Final Fantasy XV.

Walau sebenarnya harga nya tidak dapat disebut murah, meraih Rp 4, 7 juta atau setara dengan harga satu konsol game.

Namun siapa kira bila harga nya yang mahal itu kenyataannya tak menghambat gamer untuk memborongnya. Edisi Ultimate Collector Final Fantasy XV ludes cuma dalam hitungan menit di batch awal pemesanannya.

Comments are closed.