Dari Banjarbaru menuju Monas

Dari Banjarbaru menuju Monas

Perjalanan kali ini aku berkesempatan berkunjung ke Monumen Nasional (Monas) Jakarta, sebenarnya bukan hal yang baru lagi karena sudah beberapa kali berkunjung kesana.

 

Melihat indahnya monas yang tinggi menjulang dan puncak monas yang terbuat dari emas adalah sebuah kebanggaan, bahwa kita mempunyai sebuah monumen yang begitu indah dan fenomenal pada saat dibangun. 

Melihat Monas, seakan membuat hati ini iri, kenapa ..? karena di Banjarbaru atau didaerah kita tidak banyak memiliki sebuah ikon daerah dan sebagai tempat ruang terbuka hijau seperti ini pohon-pohon yang rindah disekitarnya membuat enak dan segar dipandang ditengah panasnya ibukota. Begitu enak melihat aktifitas berbagai orang dari yang berolah raga, belajar, seperti halnya rombongan anak-anak sekolah yang belajar sambil berwisata disana atau sekedar duduk-duduk santai disana. Sebuah impian bagiku bahwa suatu saat Banjarbaru dapat memiliki sebuah ruang publik yang terbuka yang dapat dijadikan berbagai macam tempat aktivitas disana.

Ada yang berbeda dalam kunjunganku kali ini, untuk pertama kalinya akhirnya aku berani naik keatas puncak monas, karena pada kunjungan terdahulu hal itu tidak dilakukan, karena jujur takut, tapi karena banyak yang ikut ya..terpaksa naik. Bayangan lift macet sangat mengganggu, maklum beberapa kali membaca di koran lift menuju puncak monas mengalami macet berjam-jam.

Di dalam lift sempat berbicara dengan operator liftnya, ternyata bukan seperti lift biasa, lift monas ada operator khusus didalamnya. Pekerjaan yang cukup membosankan mungkin berada diruangan kecil dan duduk disana selama 3 jam bergantian dengan petugas lainnya walau didalamnya dihibur oleh lagu-lahu perjuangan. Sempat bercanda kenapa ngga lagu pop atau dangdut aja…he..he..(bisa-bisa monas berubah deh..)

Alhamdulillah, perjalanan lift aman saja dan aku pun mendapatkan kesempatan untuk melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Melihat gedung-gedung tinggi menjulang yang mengelilingi Jakarta. Tentu, proses pengabadiannya tidak terlewatkan.

Ada kemudahan dalam mengunjungi monas, dimana harga tiket yang murah hanya Rp. 2500 bila kita cuma masuk sampai cawannya saja dan tiket terusan yang hanya berharga Rp. 8500 hingga menuju puncak monas.Selain itu apabila kita sudah lelah berjalan disediakan kereta gratis yang mengantar menuju pintu keluar monas. Dan berbagai macam souvenir tersedia disana dari baju kaos bergambar monas atau jakarta, gantungan kunci, pulpen hingga miniatur monas yang terbuat dari kayu bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, tentunya jangan lupa proses tawar-menawar karena harga yang ditawarkan tinggi.

Comments are closed.