Menjajal ” Resident Evil 7 ” di PlayStation VR

Menjajal ” Resident Evil 7 ” di PlayStation VR

game-play-stationSituasi seputar tampak gelap gulita. Pohon-pohon cuma berbentuk siluet dari kejauhan. Di dalam hitam pekat itu, mendadak nampak seseorang nenek yang memegang lentera.

Sosoknya selekasnya terlihat mencolok di kegelapan malam. Punggungnya sedikit bungkuk. Si nenek menyeringai. Berwajah yang keriput tampak menyeramkan. Lantas dia mulai mengambil langkah, menguber.

Anda yaitu seseorang gadis yang tak tahu kenapa mesti kabur hindari si nenek. Lihat seputar, ada koridor menuju tempat tinggal tua yang reyot di dalam kabut tidak tebal Tidak ada alternatif lain, tempat tersebut yang dituju dengan langkah gontai.

Kondisi didalam tempat tinggal tidak tambah baik dari pada diluar. Dinding, lantai serta atapnya telah hancur disana-sini, tersisa banyak lubang. Bermacam perlengkapan tua nan berdebu tercecer berantakan.

Bayang-bayang dari lentera si nenek, serta dari banyak lilin yang tak tahu bagaimana langkahnya banyak bertebaran dirumah itu, membuat kondisi yang mencekam.

Si nenek berkeliling tempat tinggal mencari Anda sembari mulutnya komat-kamit. Dia menggumamkan suatu hal masalah “keadaan istimewa” yg tidak disyukuri.

Anda lari dari ruang ke ruang untuk hindari si nenek, bersembunyi dibalik perlengkapan. Pokoknya jangan pernah tertangkap.

Sesudah pernah kucing-kucingan sepanjang sekian waktu, Anda temukan secarik kertas dengan tulisan berbunyi “Ada yang salah dengan dia” di satu lorong kecil dibawah tana

Anda menengok ke belakang, serta mendadak si nenek telah ada disana. Close up berwajah jadi hal paling akhir yang Anda saksikan sebelumnya monitor beralih gelap.

Tersebut, lebih kurang, isi demo game Virtual Reality (VR) Resident Evil 7 yang berjudul “Lantern”, satu diantara game yang digunakan oleh Sony untuk unjuk gigi headset PlayStation VR di Jakarta, Rabu (19/10/2016) tempo hari.

Demo game yang mengambil pojok pandang orang pertama itu dihidangkan dengan apik lewat tehnologi Virtual Reality garapan Sony oleh konsol game PlayStation 4 lewat PlayStation VR.

PlayStation VR memproyeksikan gambar ke ke-2 mata lewat lensa spesial untuk membuahkan dampak Virtual Reality. Ruangan dibagian headset ini dapat ditata supaya tersisa jarak yang cukup untuk pemakai kacamata.

Seperti judul-judul software VR lain, pemain demo Resident Evil 7 bakal terasa seperti betul-betul ada didalam dunia game yang dapat diliat dengan menggerakkan kepala ke seputar, seperti didunia riil saja.

Walau kenakan kacamata, KompasTekno terasa cukup nyaman waktu menjajal PlayStation VR. Ini lantaran ruangan proyeksi headset di depan mata dapat ditata supaya sediakan jarak yang cukup hanya alat bantu pengelihatan itu.

PlayStation VR tersambung ke konsol game PlayStation 4 dengan kabel lewat unit kontrol spesial berupa persegi. Unit kontrol ini dapat menyalurkan output video ke TV hingga dapat dipertunjukkan sekalian berbarengan dengan headset VR. Orang di sekitar juga bisa melihat apa yang tengah diliat oleh pemakai PlayStation VR.

Penopang yang ukurannya dapat ditata di segi depan serta belakang dilapisi karet empuk. Unit headset merasa cukup enteng hingga tak mudah melorot ke bawah atau menghambat gerakan kepala.

“Kami memanglah berniat bikin PlayStation VR supaya merasa senyaman mungkin saja, termasuk juga untuk gamer berkacamata, ” tutur Ian Purnomo, Assistant Manager Public Relations Marketing Department Sony Interactive Indonesia, yang ada untuk berikan keterangan pada wartawan dalam peluang itu.

Headset PlayStation VR berperan sebagai pengganti monitor TV. Manfaatnya cuma untuk lihat seputar saja, seperti kepala seorang.

Kendali arah gerakan badan tetaplah dikerjakan melalui sepasang stick analog di controller DualShock. Hal ini dapat berlaku untuk game balap Driveclub VR yang ikut dijajal oleh Kompas Tekno dalam Virtual Reality.

Controller PlayStation Move dapat digunakan dalam sebagian judul lain, seperti untuk melempar senjata batarang dalam game Batman Arkham VR.

Comments are closed.