Muliaman : Sistem Seleksi Dewan Komisioner Tidak Bakal Ganggu Kerja OJK

Muliaman : Sistem Seleksi Dewan Komisioner Tidak Bakal Ganggu Kerja OJK

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Layanan Keuangan (OJK) Muliaman Hadad menyatakan kalau sistem panitia seleksi DK OJK akan tidak mengganggu proses pekerjaan OJK.

” Banyak dinamika berita serta info yang mengedar di orang-orang berkaitan sistem seleksi itu sebaiknya bisa kita tanggapi dengan lebih bijaksana serta tak bikin kita kehilangan konsentrasi untuk tetaplah berkinerja maksimal untuk instansi ini, ” kata Muliaman waktu mengemukakan pesan teratur elektronik pada pegawai OJK Selasa (28/2/2017)

Menurut Muliaman, apa pun yang dibuat oleh sistem seleksi itu mesti dipercaya adalah yang paling baik untuk OJK.

Disamping itu, Anggota Komisi XI DPR RI Hery Gunawan memohon Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Layanan Keuangan (OJK) buka penilaian yang sudah dikerjakannya dalam pilih 35 nama yang lolos pada step II.

Ada 72 nama yg tidak lolos step II. Hery menilainya, hal semacam itu utama dikerjakan supaya Pansel DK OJK bekerja dengan cara transparan dalam menilainya tiap-tiap calon DK OJK.

Menurutnya, transparansi seleksi DK OJK ini mesti dibuktikan mengingat sangat banyak beberapa nama yang mumpuni serta memiliki pengalaman di bagian bidang layanan keuangan malah tak lolos dalam ujian step II.

Penilaian step II mencakup input dari orang-orang termasuk juga info dari sebagian instansi seperti KPK, PPATK, Kantor Pajak serta BIN dan rekam jejak serta penilaian makalah.

” Input dari orang-orang harusnya dapat diklarifikasi serta verifikasi. Bila ingin transparan silahkan di buka, ” kata Hery.

Transparansi hasil penentuan DK OJK juga begitu baik untuk tingkatkan kredibilitas Pansel OJK sendiri. Terkecuali transparan, Hery juga memohon Pansel DK OJK mempunyai persyaratan yang pasti dalam menjaring calon DK OJK.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Abra P. G Talattov menjelaskan, dalam sistem seleksi step selanjutnya, umum mesti selalu dilibatkan.

Pansel OJK baiknya mempublikasikan hasil penilaian pada calon yang lolos serta tidak berhasil ke step III. Maksudnya supaya pansel DK OJK lebih transparan, kredibel serta umum bisa pelajari serta menilainya visi, misi dan kekuatan beberapa kandidat dalam mengerti beragam tantangan yang dihadapi oleh OJK.

Diluar itu, Pansel OJK juga nanti mesti buka sistem tes serta wawancara calon DK OJK supaya umum serta pasar dapat tahu kemampuan beberapa calon.

” Telah waktunya semua bagian seleksi DK OJK dikerjakan dengan cara transparan. Umum mengharapkan supaya beberapa nama yang maju ke meja Presiden Jokowi adalah kandidat yang mempunyai integritas serta kemampuan yang mumpuni, ” terang Abra.

Comments are closed.