Rapot hilang Hak Keperdataan Rakyat Hilang

Rapot hilang Hak Keperdataan Rakyat Hilang

oleh: RAYI DARMAGARA, SH

Rapot hilang Hak Keperdataan Rakyat Hilang

Rapot hilang Hak Keperdataan Rakyat Hilang

Tercengang!!
ketika membaca berita yang di unggah headline merdeka.com dengan  judul: rapor hilang, anak kelas IV SD kembali
ke kelas I, sebuah ironi dan potret buruknya sebuah pengeloaan admistrasi
pendidikan. Lebih telaknya tentu potret buruknya pengelolaan arsip. Apalagi
menurut pengakuan orang tua kehilangan terjadi di sekolah.

“Jadi rapor hilang itu bukan di rumah. Tapi di sekolah.
Reynaldi sudah menyerahkan rapor itu pada wali kelasnya,” kata Ani, orang
tua, Reynaldi saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (12/7).

Arsip
adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai
dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima
oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan,
organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam
pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rapor
yang dimiliki oleh Renaldi dan siswa-siswi lain di sekolah dalam konteks,
konten dan struktur merupakan arsip. S
ecaraesensial, arsip adalah informasi yang terlahir dari setiap kegiatan
administratif, namun bukan sekedar informasi yang berfungsi secara
administratif. Satu hal mendasar yang membedakan arsip dari informasi lain
adalah bahwa arsip mempunyai nilai kebuktian, yang sangat diperlukan bagi  setiap kehidupan, mulai dari orang perorangan
sampai dengan kehidupan kenegaraan dan pemerintahan
,
termasuk nilai kebuktian Renaldi yang sudah menduduki kelas IV Sekolah Dasar 1
KIP Barabarayya, Makassar.

Dalam
kategorinya, Rapor tersebut merupakan Arsip vital bagi Reynaldi, keberadaannya merupakan
persyaratan dasar bagi kelangsungan pendidikan lebih lanjut bagi Reynali, tidak
dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang.

Kehilangan
Raport yang merupakan arsip vital bagi Reynaldi di sekolah juga mengusik salah
satu tujuan penyelenggaraan kearsipan yang dirumuskan dalam Pasal 3 huruf d Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009
tentang Kearsipan, yaitu untuk menjamin pelindungan kepentingan negara dan
hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang
autentik dan terpercaya. Dalam penjelasannya, yang dimaksud dengan hak-hak
keperdataan rakyat meliputi: hak sosial, hak ekonomi, dan hak politik dan
lain-lain yang dibuktikan dalam arsip, misalnya sertifikat tanah, ijazah, surat
nikah, akte kelahiran, kartu penduduk, data kependudukan, surat wasiat dan surat
izin usaha.

Terlepas
dari kasus yang menimpa Reynaldi, dalam segi kearsipan, hal ini  merupakan warning
bagi setiap orang untuk menyimpan dan mengelola arsip dengan baik. Waktu
yang telah ditempuh 3 tahun Reynaldi menjadi sia-sia tentu bukan salahnya, tetapi
karena penyimpanan arsip yang tidak tertib, karena raport sudah dikembalikan
kepada wali kelas dan tanggung jawab penyimpanan dilakukan oleh pihak sekolah.

Dalam
hal ini penting bagi orang tua untuk membuat duplikasi atau foto copy (dalam
bahasa arsip disebut sebagai copy).
Jika terjadi kehilangan di pihak sekolah maka copy bisa digunakan dalam mengajukan kembali raport Renaldi yang
hilang. 

Bagaimana
terhadap tanggung jawab sekolah? Pasal 40 ayat (5) Undang-Undang Nomor 43 Tahun
2009 tentang Kearsipan menyebutkan “Pejabat atau orang yang bertanggung jawab
dalam pengeloaan arsip dinamis wajib menjaga keautentikan, keutuhan, keamanan,
dan keselamatan arsip yang dikelolanya, juncto Pasal 29 ayat (3) Peraturan
Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43Tahun 2009 tentang Kearsipan menyebutkan
“Pengelolaan arsip dinamis menjadi tanggung jawab pencipta arsip.”

  Tanggung jawab penyimpanan dari pihak sekolah
sebagai penyimpan arsip vital murid-muridnya menjadikan keunggulan dalam ketertiban
pengelolaan arsip dari institusinya. Ketertiban pengelolaan arsip memberikan
kepastian bagi hak keperdataan seseorang, sehingga tidak ada lagi Reynaldi – Reynaldi
lain yang harus mengulang sekolahnya karena ketidak tertiban penyimpanan arsip.
(R-D)
Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/rapor-hilang-anak-kelas-iv-sd-kembali-ke-kelas-i.html

Comments are closed.